Siang berganti malam, sang surya akan meninggalkan
cahayanya.Tenggelam dengan menyisakan cahaya kekuningan yang menerpa pepohonan,
rumput, dan benda alam lainya, serta sepasang manusia yang berbeda jenis
kelamin. Mereka tengah duduk di
bukit dibelakang sekolah semabari menikamati terpaan angina sore yang lembut dan kicauan burung yang merdu untuk didengar.
bukit dibelakang sekolah semabari menikamati terpaan angina sore yang lembut dan kicauan burung yang merdu untuk didengar.
Sepasang
manusia ini melihat keatas dengan mata yang tak menentu arahnya dan sudah bisa
dipastikan mereka tengah melayang dipikiran mereka masing-masing. Hingga
beberapa saat hanya keheningan yang tercipta diantara keduanya, tapi itu segera
berubah ketika salah satu diantara mereka
“Apa kiita memikirkan hal yang sama?” katanya.
“Hhmm mungkin” jawaban yang sungguh menyebalkan.
“Jadi apa yang kau pikirkan Nicoln?” tanpa ragu kembali
bertanya.(nada sedikit kesal)
“Mereka tentu saja, kau pasti sudah tau Nacha” sungguh jawaban yang masih mengandung tanda tanya.
(what is it?)
“Ya aku tahu, lagipula kita akan segera melihatnya, yakan…?”
dan tidak ada jawaban setelahnya.
Saat
ini sang surya telah benar-benar tenggelam. Langit berubah warna menjadi gelap dan sedikit demi sedikit terlihat
cahaya kecil menyilaukan diatas sana. Ya cahaya kecil itu adalah bintang.
Bintang bertaburan diatas, langit sangat indah jika dilihat dari atas bukit.
Begitu luas dan mempesona sampai-sampai sepasang manusia yang telah diketahui
bernama Nicoln dan Nacha tertegun seakan enggan berpaling mereka.
“Mereka indaaah!!! Aku menyukai mereka” Nacha setengah
berteriak saking takjubnya.
“Ya aku tahu. mereka indah dan ada apa dengan suaramu itu
hah?? sungguh mengganggu telingaku”
Nicoln menyahut dengan nada yang sedikit marah.
“ Hehe maaf, aku tidak bermaksud menghilangkan
telingamu”. Nacha terkekeh geli.
“ck ck sudahlah aku sedang tidak ingin berdebat sekarang.
Lihatlah mereka Nacha, aku bisa melihat cahayanya tapi tak bisa meraihnya.
Mereka terlihat kecil tapi nyatanya mereka besar” . Nicoln mengangkat
tanggannya seolah bisa menggapai bintang.
“Nocoln, mereka
mempunyai cahaya mereka sendiri. Mereka memiliki hak mutlak akan cahayanya
berbeda dengan bulan yang hanya memiliki cahaya pantulan semu”. Raut wajah
Nacha berubah menjadi lebih tenang dan nyaman.
“Mereka juga terlihat berwarna kuning cerah atau akan
menjadi putih ta-” Sebelum Nicoln menyelesaikan ucapannya Nacha memotongnya.
“Tapi semakin dekat kita melihatnya ia akan terlihat
berwarna merah api” Nacha dan Nicoln mempunyai pikiran yang sama rupanya. (-_-)
Sepasang
manusia ini kembali menikmati suguhan yang membentang di atas sana. Tak terasa
malam sudah semakin larut dan tidak seddikitpun sepasang manusia itu begerak
dari tempat mereka duduk. Yah tapi itu tidak berlangsung lama juga.
“Nicoln, aku sepertinya meng(oaaa)antuk” Nacha berkata
sambil menguap.
“Itu tandanya kau harus tidur Nacha” Mendengar jawaban
Nicoln Nacha menjadi kesal sepertinya.
“Aku tau, jadi ayo kita pulang!! Aku tidak mau tidur
ditempat seperti ini ditambah lagi harus tidur ditemani teman seperti kau”
tebukti bahwa Nacha sedang kesal sekarang.
“ooow ooow oke, jangan berteriak lagi aku mengerti” Nicoln
berdiri dan mengepuk-ngepuk celananya,
hal yang sama juga dilakukan oleh Nacha.
Akhirnya mereka berjalan pulang bersama –sama. Mereks
berjslsn dengan sesekali menengok keatas melihat bintang. Nacha berjalan sambil
bersenandung. Ia nampaknya merasa sangat senang sekali sekarang. Begitu pula
dengan Nicoln ia menampakkan raut wajah yang bersinar dan penuh kebahagiaan.
“Benarkah Nacha?” Untuk pertama kalinya Nicoln memulai
pembicaraan.
“Apa lagi Nicoln? Kau ingin kembali kesana? Kau sudah tau
kan jawabannya!” Nacha berhenti bersenandung untuk menjawab pertanyaan Nicoln. Dan jawabannya sedikit tidak nyambung. (haha)
“Benarkah Nacha? Benarkah seorang manusia bisa digambarkan
oleh bintang yang ada di atas sana?? Benarkah seseorang dapat memancarkan
cahaya yang tak dapat digapai oleh siapapun?
Benarkah seseorang terlihat hanya memiliki hati yang kecil tapi nyatanya
mereka punya hati yang besar?? Benarkah semua orang memiliki sifat mereka
masing-masing tapi tidak sedikit yang bersifat semu dan mamuakkan!!? Benarkah
wajah seseorang yang selalu tersenyum cerah akan terlihat sangat gelap dan
mengerikan jika dilihat lebih dekat dan lebih dalam ke hatinya?? Benarkah?
Benarkah cahaya yang tengah aku lihat ini adalah penggambarkan dari manusia?
Benarkah ? Hah sepertinya kau terlalu banyak membuat pertanyaan. Yah aku hanya
membuat pertanyyan dan tidak mau dan tidak ingin untuk menjawabnya. Aku lebih
senang untuk menyimpannya dalam sebuah pertanyaan daripada dalam sebuah
jawabanӧ
Itulah yang ada dalam pikiran Nicoln.
Karena Nicoln berada dalam pikirannya
tanpa ia sadar wanita disampingnya tengah melihat kearahnya dengan
sangat-sangat kesal.
“Bukannya menjawab pertanyaanku kau hanya melamun sambil
tersenyum. Apa yang kau pikirkan Nicoln?”
Nacha bertanya masih dengan nada kesal.
“oh ya maaf. Tapi
benarkah Nacha? Benarkah bintang memang gambaran manusia?” Nicoln akhirnya
mengeluarkan pikirannya.
“Aku sudah tau aku tidak perlu menjawab itu”
__ SELESAI __
0 komentar:
Posting Komentar