Pages

Kamis, 19 Januari 2017

BENARKAH……..?

               Siang berganti malam, sang surya akan meninggalkan cahayanya.Tenggelam dengan menyisakan cahaya kekuningan yang menerpa pepohonan, rumput, dan benda alam lainya, serta sepasang manusia yang berbeda jenis kelamin. Mereka tengah duduk di
bukit dibelakang sekolah semabari menikamati terpaan angina sore yang lembut dan kicauan burung yang merdu untuk didengar.
                Sepasang manusia ini melihat keatas dengan mata yang tak menentu arahnya dan sudah bisa dipastikan mereka tengah melayang dipikiran mereka masing-masing. Hingga beberapa saat hanya keheningan yang tercipta diantara keduanya, tapi itu segera berubah ketika salah satu diantara mereka  

“Apa kiita memikirkan hal yang sama?” katanya.

“Hhmm mungkin” jawaban yang sungguh menyebalkan.

“Jadi apa yang kau pikirkan Nicoln?” tanpa ragu kembali bertanya.(nada sedikit kesal)

“Mereka tentu saja, kau pasti sudah tau Nacha” sungguh  jawaban yang masih mengandung tanda tanya. (what is it?)

“Ya aku tahu, lagipula kita akan segera melihatnya, yakan…?” dan tidak ada jawaban setelahnya.

                Saat ini sang surya telah benar-benar tenggelam. Langit berubah warna menjadi  gelap dan sedikit demi sedikit terlihat cahaya kecil menyilaukan diatas sana. Ya cahaya kecil itu adalah bintang. Bintang bertaburan diatas, langit sangat indah jika dilihat dari atas bukit. Begitu luas dan mempesona sampai-sampai sepasang manusia yang telah diketahui bernama Nicoln dan Nacha tertegun seakan enggan berpaling mereka.

“Mereka indaaah!!! Aku menyukai mereka” Nacha setengah berteriak saking takjubnya.

“Ya aku tahu. mereka indah dan ada apa dengan suaramu itu hah?? sungguh mengganggu telingaku”  Nicoln menyahut dengan nada yang sedikit marah.

“ Hehe maaf, aku tidak bermaksud menghilangkan telingamu”.  Nacha terkekeh geli.

“ck ck sudahlah aku sedang tidak ingin berdebat sekarang. Lihatlah mereka Nacha, aku bisa melihat cahayanya tapi tak bisa meraihnya. Mereka terlihat kecil tapi nyatanya mereka besar” . Nicoln mengangkat tanggannya seolah bisa menggapai bintang.

 “Nocoln, mereka mempunyai cahaya mereka sendiri. Mereka memiliki hak mutlak akan cahayanya berbeda dengan bulan yang hanya memiliki cahaya pantulan semu”. Raut wajah Nacha berubah menjadi lebih tenang dan nyaman.

“Mereka juga terlihat berwarna kuning cerah atau akan menjadi putih ta-” Sebelum Nicoln menyelesaikan ucapannya Nacha memotongnya.

“Tapi semakin dekat kita melihatnya ia akan terlihat berwarna merah api” Nacha dan Nicoln mempunyai pikiran yang sama rupanya. (-_-)

                Sepasang manusia ini kembali menikmati suguhan yang membentang di atas sana. Tak terasa malam sudah semakin larut dan tidak seddikitpun sepasang manusia itu begerak dari tempat mereka duduk. Yah tapi itu tidak berlangsung lama juga.

“Nicoln, aku sepertinya meng(oaaa)antuk” Nacha berkata sambil menguap.

“Itu tandanya kau harus tidur Nacha” Mendengar jawaban Nicoln Nacha menjadi kesal sepertinya.

“Aku tau, jadi ayo kita pulang!! Aku tidak mau tidur ditempat seperti ini ditambah lagi harus tidur ditemani teman seperti kau” tebukti bahwa Nacha sedang kesal sekarang.

“ooow ooow oke, jangan berteriak lagi aku mengerti” Nicoln berdiri dan  mengepuk-ngepuk celananya, hal yang sama juga dilakukan oleh Nacha.

                 Akhirnya mereka berjalan pulang bersama –sama. Mereks berjslsn dengan sesekali menengok keatas melihat bintang. Nacha berjalan sambil bersenandung. Ia nampaknya merasa sangat senang sekali sekarang. Begitu pula dengan Nicoln ia menampakkan raut wajah yang bersinar dan penuh kebahagiaan.

“Benarkah Nacha?” Untuk pertama kalinya Nicoln memulai pembicaraan.

“Apa lagi Nicoln? Kau ingin kembali kesana? Kau sudah tau kan jawabannya!” Nacha berhenti bersenandung untuk menjawab pertanyaan Nicoln. Dan jawabannya sedikit tidak nyambung. (haha)

“Benarkah Nacha? Benarkah seorang manusia bisa digambarkan oleh bintang yang ada di atas sana?? Benarkah seseorang dapat memancarkan cahaya yang tak dapat digapai oleh siapapun?  Benarkah seseorang terlihat hanya memiliki hati yang kecil tapi nyatanya mereka punya hati yang besar?? Benarkah semua orang memiliki sifat mereka masing-masing tapi tidak sedikit yang bersifat semu dan mamuakkan!!? Benarkah wajah seseorang yang selalu tersenyum cerah akan terlihat sangat gelap dan mengerikan jika dilihat lebih dekat dan lebih dalam ke hatinya?? Benarkah? Benarkah cahaya yang tengah aku lihat ini adalah penggambarkan dari manusia? Benarkah ? Hah sepertinya kau terlalu banyak membuat pertanyaan. Yah aku hanya membuat pertanyyan dan tidak mau dan tidak ingin untuk menjawabnya. Aku lebih senang untuk menyimpannya dalam sebuah pertanyaan daripada dalam sebuah jawaban”ß Itulah yang ada dalam pikiran Nicoln. 

Karena Nicoln berada dalam pikirannya tanpa ia sadar wanita disampingnya tengah melihat kearahnya dengan sangat-sangat kesal.

“Bukannya menjawab pertanyaanku kau hanya melamun sambil tersenyum. Apa yang kau pikirkan Nicoln?”  Nacha bertanya masih dengan nada kesal.

“oh ya  maaf. Tapi benarkah Nacha? Benarkah bintang memang gambaran manusia?” Nicoln akhirnya mengeluarkan pikirannya.

“Aku sudah tau aku tidak perlu menjawab itu”



__ SELESAI __

0 komentar:

Posting Komentar